Berita Terbaru|

Telah terjadi transformasi seorang Bu Khofifah dari birokrat menjadi seorang teknokrat. Hal ini disampaikan dalam orasi ilmiah oleh tokoh nasional di acara wisuda Ke-3, yang digelar di masjid raya IKHAC, Minggu, 11/09/2022

Bu Khofifah menjadi salah satu contoh untuk peserta wisuda, sebagai orang yang mempunyai sifat teknokratis dan juga mempunyai jiwa social capital yang tinggi.

Kemampuan teknokratis adalah suatu kemampuan melihat persoalan, lalu bisa menstrukturkan persoalan, dan sampai dengan menjadi tidak berantakan. Karena persoalan yang sangat banyak itu tidak mampu melihat, yang bisa melihat belum tetntu bisa menstrukturkan persoalan.

Dahlan Iskan menyampaikan, cara penyampaian materi Bu Khofifah sudah seperti teknorat. “Cara beliau berbicara dan menyampaikan materi sudah seperti teknorat. Esensi dari pembicaraannya menandakan bahwa beliau ini sudah menjadi seorang teknokrat.” Ujarnya.

Dahlan Iskan juga mengatakan Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim juga menjadi contoh, karena memiliki kemampuan dalam memstrukturkan persoalan. “KH. Asep Saifuddin Chalim juga menjadi contoh dalam penyampaian materi dengan kempuan beliau dalam melihat persoalan, dan juga bisa menstrukturkan persoalan sekala prioritas sampai dengan perencanaan. Bahkan sampai bisa melandaskan perencanaan tersebut.” Pungkasnya.

Indonesia sekarang ini sudah memiliki lebih dari 120 juta orang yang tergolong kelas menengah keatas, jika angka ini dikumpulkan menjadi satu pulau sudah melebihi Australia. Ini adalah suatu dorongan kemajuan yang luar biasa untuk Indonesia, tetapi masih ada 100 sekian juta orang yang miskin, yang persoalannya bukan saja perihal keuangan tetapi tentang social capital.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close Search Window