Berita Terbaru|

Editor: Hendarmono Al Sidarto

TIMESINDONESIA, MOJOKERTO – Institut Pesantren KH Abdul Chalim (IKHACMojokerto terus berbenah untuk mewujudkan pelayanan pendidikan yang berkualitas, baik secara akademis maupun infrastruktur. Salah satunya adalah menyediakan lingkungan belajar yang nyaman dengan konsep green campus.

Konsep green campus IKHAC Mojokerto terlihat jelas dari sisi penampilan fisik yang didominasi warna hijau, tidak hanya bangunannya, dominasi warna hijau nampak jelas dengan luasnya taman dengan berbagai macam tanaman hias yang menyejukkan mata.

IKHAC Mojokerto 2
Taman di salah satu sudut Kampus IKHAC Mojokerto.

Wakil Rektor 3 IKHAC Mojokerto Dr Affan Hasnan MPd menjelaskan bahwa konsep green campus ini merupakan upaya nyata IKHAC Mojokerto dalam menyediakan layanan pendidikan yang nyaman.

“IKHAC ini dirancang kedepannya sebagai kampus dengan yang bertaraf internasional. Oleh karenanya perlu fasilitas yang memadai, salah satunya adalah lingkungan yang bersih dan nyaman,” papar Affan.

Dosen lulusan geografi ini juga menjelaskan keterkaitan pendidikan dengan pelestarian lingkungan. Menurutnya, kaum akademisi dianugerahi sebagai manusia yang memiliki kesadaran, salah satunya adalah kesadaran akan pelestarian lingkungan.

“Kita yang terpelajar ini, seharusnya juga tahu akan ancaman global warming, maka kesadaran akan adanya ancaman tersebut, harus kita respons dengan wawasan dan budaya sadar lingkungan, salah satunya mewujudkan green campus,” ujar dia. Affan mengatakan bahwa sosok pendiri kampus IKHAC yakni Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim MA merupakan seorang yang sangat peduli dengan kebersihan lingkungan.

Lebih lanjut, Affan menjelaskan bahwa untuk mewujudkan green campus, maka lingkungan kampus IKHAC Mojokerto harus mencapai penghijauan yang ideal dengan Ruang Terbuka Hijau (RTH), bangunan yang ramah lingkungan, dan lingkungan yang bersih.

IKHAC Mojokerto 3

Taman di salah satu sudut Kampus IKHAC Mojokerto.

Selain itu, ada penghematan energi, manajemen yang berorientasi lingkungan, serta kesadaran seluruh civitas akademik IKHAC terhadap lingkungan sekitar.

Konsep green campus IKHAC Mojokerto, selain ditujukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, secara simbolis juga merupakan suatu komunikasi non verbal sebagai ciri khas kampus. Seperti yang diungkapkan Puji Laksono MSi, dosen Komunikasi dan Penyiaran Islam IKHAC, bahwa bangunan dan tanaman di kampus IKHAC ini diam, tapi diam mereka berkata-kata. “Artinya ada makna simbolis dari hijaunya kampus ini. Pertama kampus mengkomunikasikan tentang pentingnya kepedulian terhadap lingkungan,” kata Puji.

Makna kedua, lanjut Puji, kampus IKHAC adalah kampus Islam yang berlandaskan ahlussunnah wal jamaah, pendiri kampus ini, Kiai Asep adalah salah satu tokoh pendidikan NU. “Ini penting sebagai ciri khas, identitas, dan pembentukan branding IKHAC Mojokerto,” ujarnya.

Konsep green campus yang sedang dikembangkan oleh IKHAC Mojokerto, juga mendapatkan tanggapan positif dari mahasiswa. Mufida, mahasiswa tingkat akhir Ilmu Quran Tafsir (IQT) IKHAC mengaku merasa nyaman dengan lingkungan kampus. Selain ini sebagai mahasiswa yang menggeluti tafsir quran, Mufida merasa kampus tempatnya belajar secara serius mengamalkan Alquran dalam menjaga lingkungan.

“Kampus ini saya rasa memiliki tingkat kesalehan ekologi yang berdasarkan Alquran. Dalam tafsir al-Azhar manusia diperintahkan untuk tidak acuh terhadap lingkungan, dan dalam ar-Rum ayat 14 manusia di-warning agar tidak berbuat kerusakan di tempat ia berpijak, bumi ini,” kata mahasiswa Institut Pesantren KH Abdul Chalim(IKHAC)Mojokerto ini. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close Search Window