TIM DEBAT EKONOMI SYARIAH IKHAC KEMBALI MENYABET JUARA 2 TINGKAT NASIONAL DI UNISA YOGYAKARTA

TIM DEBAT EKONOMI SYARIAH IKHAC KEMBALI MENYABET JUARA 2 TINGKAT NASIONAL DI UNISA YOGYAKARTA

March 2, 2020 0 By PPTI IKHAC

Perhelatan akbar yang dilaksanakan oleh UNISA (Universitas Aisyiyah Yogyakarta) pada tanggal 15-16 Januari 2020 dengan tema Trash No Jalaran Saka Kulina”, bermaksud untuk menstimulus keinginan generasi muda agar lebih peka terhadap isu-isu lingkungan dan kesehatan masyarakat, untuk itu UNISA menyelenggarakan 2 event tingkat nasional dilanjutkan dengan talkshow & awarding dengan mengundang akademisi, praktisi, serta pengusaha yang peduli terhadap lingkungan dibuktikan dengan sistem perusahaan yang menggunakan CSR (Corporate social responsibility) serta pengemasan produk yang dapat didaur ulang dengan mudah. Untuk event tingkat nasional yang diselenggarakan, kampus Unisa mengadakan lomba debat, dan lomba fotografi. Menariknya tema yang diadakan oleh UNISA, maka IKHAC (Institut Pesantren Kyai Haji Abdul Chalim) Mojokerto, berinisatif untuk mengirimkan satu tim sebagai perwakilan dari kampus untuk mengikuti event lomba debat tingkat nasional, dengan tim yang beranggotakan mahasiswa dari Program Studi Ekonomi Syariah IKHAC, yaitu, Windi Hijja Trinaldi sebagai 1st Speaker, Syaiful Bahri sebagai 2nd Speaker, dan Yudha Satria sebagai 3rd Speaker, komposisi tim tersebut adalah komposisi tim yang sudah sering mengikuti ajang lomba debat tingkat nasional.

Peserta lomba debat diikuti oleh 12 tim, yang tergabung dalam 3 chamber, dengan penilaian VP (Victory Point). Adapun masing-masing Chamber beranggotakan :

Chamber A Chamber B Chamber C
UPN Veteran Jatim UNY (Universitas Negeri Yogyakarta) Unisa A (Universitas Aisyiyah Yogyakarta)
UTY (Universitas Teknologi Yogyakarta) UIN SUKA (Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga) Unair (Universitas Airlangga)
UNEJ (Universitas Negeri Jember) UGM (Universitas Gajah Mada) UMY (Universitas Muhammadiyah Yogyakarta)
IKHAC (Institut Pesantren Kyai Haji Abdul Chalim) PENS Jatim (Politeknik Elektronika Negeri Surabaya) Unisa B (Universitas Aisyiyah Yogyakarta)

Untuk Pertandingan Pertama tim IKHAC, bertanding Melawan tim UNEJ dengan mosi “Dewan ini sepakat peniadaan plastik sekali pakai dalam bentuk produksi, distribusi, dan konsumsi, sebagai upaya penyelamatan bumi”, Tim UNEJ mendapatkan posisi sebagai tim Pro, dan IKHAC sebagai posisi Kontra, pada pertandingan ini, dimenangkan oleh tim dari IKHAC, dengan margin nilai sebesar 2 Point unggul dari tim UNEJ.

Untuk pertandingan kedua, tim IKHAC bertanding melawan tim dari UPN Veteran Jatim dengan mosi, “Dewan ini sepakat, bahwa setiap manusia yang lahir wajib mendonorkan organ tubuh saat meninggal”, dengan Ikhac sebagai posisi Pro, dan UPN Veteran Jatim mengisi posisi kontra, pada pertandingan ini dimenangkan oleh tim dari Ikhac, dengan margin nilai sebesar 3.5 Point Unggul dari tim UPN Veteran Jatim.

Untuk Pertandingan terakhir dalam prelim, tim IKHAC bertanding melawan tim dari UTY, yang sama-sama sudah mengantongkan 2 VP, yang berarti tim yang menang dalam match ini akan melanjutkan langkah nya ke semi-final, untuk babak terakhir ini, mosi yang didapatkan berbunyi, “Dewan ini menganggap, pengelolaan limbah sampah secara individu lebih efektif dari pada pengelolaan sampah di TPST”, dengan tim UTY berada pada posisi Pro, dan Ikhac berada pada posisi Kontra, dalam pertandingan terakhir ini, Tim IKHAC masih memenangkan pertandingan dengan margin nilai sebesar 2 point unggun dari Tim UTY, dan IKHAC berhak melaju ke Semi-final.

Tim-tim yang berhak melaju ke Semi-final dengan tabulasi nilainya adalah :

Universitas VP Score Margin
IKHAC 3 768 7.5
Unair 3 764.5 3
PENS Jatim 3 762 4.5
UGM 2 764 4

Untuk pertandingan pertama semi-final Tim IKHAC berhadapan melawan UGM, dengan mosi, “Dewan ini menyesalkan narasi, bahwa kesuksesan sebanding dengan pendidikan”, dengan UGM sebagai Tim Pro, dan IKHAC sebagai Tim Kontra. Penilaian yang diadili oleh 3 juri yang masing-masing berasal dari kalangan debater, sepakat untuk memenangkan tim Ikhac dengan nilai mutlak 3 – 0, untuk kemenangan IKHAC, yang berarti Ikhac melaju ke Final.

Pada pertandingan Final, IKHAC berhadapan melawan PENS Jatim, yang berhasil mengalahkan Unair pada semi-final, mosi yang didapatkan oleh tim yang melaju ke final adalah, “Dewan ini menyesalkan Prabowo sebagai menteri pada masa kepemimpinan Jokowi periode 2019-2024”, dengan IKHAC posisi tim Pro, dan PENS Jatim Sebagai tim Kontra, pertandingan cukup sengit, paparan argumentasi yang berimbang, serta bidasan dari masing-masing tim yang sangat kritis, dibuktikan dengan juri yang kewalahan untuk menentukan pemenang hingga penentuan pemenang tertunda cukup lama, karena akumulasi nilai yang harus benar-benar diperhitungkan, hingga akhirnya pengumuman diumumkan hasil akhir split decision,  2 juri memenangkan tim dari Pens Jatim, dan 1 juri memenangkan tim dari IKHAC. Hingga Juara tim IKHAC terjegal dapa babak Final, dan mendapatkan juara 2. Dengan tabulasi hasil akhir.

Juara 1 oleh Tim dari PENS Jatim

Juara 2 oleh Tim dari IKHAC

Juara 3 oleh Tim dari UGM

Harapan 1 oleh Tim dari Unair.

Harapan Ketua Program Studi Ekonomi Syariah IKHAC, Muhammad Mujtaba Mitra Zuana, M.Pd dengan adanya prestasi ini adalah agar teman-teman yang lain tidak takut untuk unjuk gigi menunjukkan potensi yang ada. Marilah bersama-sama mendulang kesuksesan dengan sering mengikuti event-event perlombaan, walaupun nanti belum mendapatkan juara, setidaknya mendapatkan pengalaman dari kesempatan tersebut.