PENINGKATAN WAWASAN KEBANGSAAN DALAM RANGKA KEDAULATAN NKRI

PENINGKATAN WAWASAN KEBANGSAAN DALAM RANGKA KEDAULATAN NKRI

October 21, 2019 0 By pusat data dan sistem informasi ikhac

Pacet, Rabu (9/10) Mahasiswa Institut KH. Abdul Chalim (IKHAC) menghadiri Acara Pelatihan yang diadakan oleh Ditbinmas Polda Jatim. 2 diantara peserta pelatihan tersebut adalah Mahasiswa PAI Interdisipliner IKHAC.

Acara yang bertajuk “Peningkatan Wawasan Kebangsaan Dalam Rangka Kedaulatan NKRI” itu dinarasumberi oleh Ibu Retno dan Bapak Yoie Afridal dari Kepolisian Resor Mojokerto.

Bertempat di Aula Pacet Mini Park, Acara yang juga diikuti oleh Ikatan Keluarga Mahasiswa Indonesia Timur (IKMIT), dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Mojokerto ini berlangsung kondusif dan dinamis. Selain tanya-jawab, peserta juga menyampaikan kritik dan sarannya kepada seluruh audiens. Acara ini berjalan lancar mulai pukul 09.00 s/d 13.00 WIB.

Salah satu peserta dari Program Studi PAI Interdisipliner IKHAC, Dinda Zulaikhah menuturkan bahwa acara ini membahas tentang penanaman kembali wawasan kebangsaan seperti cinta NKRI, patriotisme, dan persatuan. Acara ini dilaksanakan karna akhir-akhir ini banyak terjadi kericuhan, seperti demonstrasi dan kasus papua beberapa waktu lalu.

Selain itu dalam materinya, salah satu narasumber yakni Bapak Yoie Afridal mengatakan bahwa wawasan kebangsaan ini sangat penting karna negara Indonesia yg sangat strategis dan punya potensi besar. Hal tersebut membuat banyaknya hantaman geopolitik, banyak yg mengincar Indonesia.

Berdasarkan materi yang didapat, Dinda mengatakan bahwa mahasiswa harus multitalenta dan multifungsi. Menjadi tangan kanan rakyat, juga bisa menjadi controlling agency, mediator, komunikasi, transformator, harus punya character building, harus punya ketegasan dan punya nilai moral.

“Intinya, kita perlu menjaga persatuan NKRI dengan geostrategi, memperkuat pertahanan dan kearifan lokal, kearifan lokal menjadi penopang persatuan bangsa. Istilahnya harus cerdas hati, cerdas sikap, cerdas pikiran. Dengan begitu dapat mencegah disintegrasi bangsa.” Ucapnya penuh semangat.

Menurut Dinda, mahasiswa harus melaksanakan peran dengan baik. Menjadi mahasiswa yg teladan, yg harus lebih bijak dalam bersosial media, tidak menyebarkan hoax. Sebagai mahasiswa PAI khususnya, Hendaknya mencari kebenaran dari suatu berita dengan bertabayyun terlebih dahulu. Menjaga persatuan NKRI, dan tidak anti-Pancasila

“Harapannya ya semoga Indonesia tetap utuh, tidak terpecah belah. Masyarakat juga, semoga menjadi lebih bijak dalam bersikap. Tidak mudah teprovokasi dengan oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.” Tutupnya.