Sinau Perdana , Menggagas Pedoman Mutu Institut

Sinau Perdana , Menggagas Pedoman Mutu Institut

August 2, 2019 0 By pusat data dan sistem informasi ikhac

Institut Pesantren KH. Abdul Chalim kembali mengkaji kesiapan konsistensi jaminan mutu bagi Institut. Pada Hari Jumat pukul 08.00 WIB acara lokakarya dimulai, acara ini memiliki tujuan utama yakni penyusunan Dokumen SPMI atau Sistem Penjamin Mutu Internal. SPMI sendiri merupakan sistem yang harus dijalankan selama sebuah institusi berdiri.

Lokakarya diikuti oleh kurang lebih 20 personil dari unsur LPM atau Lembaga Penjamin Mutu, tenaga pendidik (dosen) baik unsur rektorat, dekanat dan kaprodi. Selain itu acara ini juga dihadiri oleh tenaga kependidikan baik BAAK, laboran dan unsur TU.  Lokakarya dibuka oleh warek III Dr Affan Hasnan MPd.Adapun pembicaranya adalah sepasang suami istri yang juga merupakan anggota LPM Institut Teknologi Sepuluh Nopember yakni Prof. Dr . Ir. AULIA SITI AISJAH, MT dan Dr. Ir. SYAMSUL ARIFIN, MT. Lokakarya berjalan hingga dini hari setelah seluruh Pokja menyelesaikan penyusunan dokumen SPMI dari semua standard.Acara ini  berjalan dengan lancar dan berhasil menyempurnakan dokumen SPMI yang sebelumnya sudah dimiliki oleh institut.

“Lokakarya ini bertujuan agar bagaimana IKHAC mampu memahami standar nasional yang ditetapkan oleh Dikti dan kalau bisa melampauinya agar nantinya kalau ada Akreditasi lagi kampus kita mendapat nilai yang maksimal. Selain itu, kegiatan  ini juga terfokus pada  penyusunan dokumen SPMI yang mana IKHAC sudah menyelesaikan dua diantara empat dokumen yang harus diselesaikan yakni kebijakan SPMI dan standar SPMI namun belum sempurna ” Ucap Bapak Bacharuddin selaku Sekretaris LPM IKHAC

“Target kami penyelesaian dan penyempurnaan keempat dokumen SPMI bisa dirampungkan pada Minggu kedua Bulan Agustus mendatang .Dengan begitu harapan kami adalah apa yang telah ditetapkan oleh Dikti dan nanti dirumuskan oleh LPM dapat diterima oleh Yayasan Amanatul Ummah dan dilaksanakan dengan baik . Sehingga kalau ada akreditasi lagi ,para dosen tidak kebingungan lagi .Karena Akreditasi biasanya menjadi “hantu” lima tahunan di setiap Perguruan Tinggi ” . Pungkasnya

(erha)