Integrasi Kampus dan Pesantren

Integrasi Kampus dan Pesantren

June 17, 2019 0 By pusat data dan sistem informasi ikhac

Kemajuan dunia teknologi dan informasi, telah menginspirasi banyak kalangan untuk terus belajar untuk berinovasi dan berkarya agar dapat exis dan bertahan dalam masanya. Tanpa dukungan pendidikan dan pembelajaran yang tepat, maka untuk berinovasi maupun berkarya akan menemui jalan buntu alias tidak akan dapat terwujudkan. Banyak model pendidikan maupun model pembelajaran yang dapat diterapkan dalam kaitannya menjadikan mahasiswa tergerak untuk melakukan sebuah inovasi dan karya ilmiah maupun sebaliknya, sebut saja model pendidikan terpadu dan model pembelajaran cooperative learning.

Model pendidikan terpadu mengindikasikan pada keterpaduan dua atau lebih sistem pendidikan, namun biasanya ada dua sistem pendidikan yang sering diadopsi di lingkungan kampus di Indonesia yaitu, memadukan sistem pendidikan kampus dengan pesantren. Sinergitas ini dirasa sangat urgen untuk diupayakan, dikarenakan keberadaan sekian banyak kampus terindikasi hanya mencetak lulusan yang mumpuni dalam bidang ilmu tertentu akan tetapi luput dari pembekalan ilmu agama. Akibatnya fatal. Misal, lulusan sarjana hukum ternyata setelah bermasyarakat malah kena hukum, lulusan Ilmu Teknologi malah merekayasa informasi menjadi misinformation. Kondisi semacam inilah yang sangat diresahkan oleh dunia pendidikan termasuk menjadi momok yang menakutkan bagi lulusan-lulusan Pesantren Amanatul Ummah. Padahal Pesantren ini telah menelurkan banyak lulusan baik di tingkat SMP dan SMA Unggulannya maupun MTs dan MA Unggulannya yang sudah terlanjur diterima (jalur beasiswa dll) tersebar di Universitas terkemuka dan jurusan terfavorit baik Universitas Negeri maupun Swasta di Indonesia dan di penjuru dunia seperti Mesir, Maroko, Yaman, Tunisia, Rusia, China, Jepang, Saudi Arabia dan lain sebagainya.

Di sinilah kemudian peranan Dr. KH Asep Saifuddin Chalim MA, selaku pendiri dan pengasuh Pesantren Amanatul Ummah merumuskan dan mewujudkan terbentuknya sebuah kampus yang harmoni dan pesantren. Sehingga berdirilah sebuah kampus di kawasan wisata Pacet Mojokerto, dengan lingkungan hijau, sejuk, air melimpah dan fasilitas lengkap pada tahun 2015 dan kampus tersebut dinamai Institut Pesantren KH Abdul Chalim (IKHAC) Pacet Mojokerto dengan selogan “Mengembalikan Kejayaan Islam di Indonesia dan Indonesia itu di Jawa Timur bagian Mojokerto serta Mojokerto itu di Pacet tepatnya di Institut Pesantren KH Abdul Chalim”. Perlu diketahui bahwa penisbatan kampus IKHAC dengan KH Abdul Chalim sebab, KH Abdul Chalim adalah ayahanda dari KH Asep Saifuddin Cahalim itu sendiri serta KH Abdul Chalim merupakan salah satu pendiri organisasi terbesar dunia yakni Nahdlatul Ulama’ (NU).

IKHAC. Kampus Yang Terintegrasi dengan Pesantren

Berdiri dengan megahnya IKHAC di Pacet ini diharapkan inovasi-inovasi yang menjadi karya bagi mahasiswanya tersebut akan benar-benar dapat menjadikan mereka generasi bangsa yang intelektual juga ulama dan atau ulama yang sekaligus intelektual

Pesantren Amanatul Ummah Mojokerto. Meski terbilang kampus baru, namun IKHAC telah masuk dalam jajaran kampus yang patut diperhitungkan posisi, peran dan dedikasinya, dengan posisinya kemudian menerangi Pacet tidak hanya sebagai wisata alam juga menjadi wisata pendidikan. Selain itu IKHAC berperan mencetak generasi yang bersikap multikultural dan berdaya saing multidisipliner. Sedangkan dedikasi pasti dengan menyediakan beasiswa penuh bagi putra putri terbaik bangsa melalui beasiswa Persatuan Guru Nahdlatul Ulama’ (PERGUNU) dan PERGUNU yang diketuai oleh Dr. KH Asep Saifuddin Chalim MA juga memberikan beasiswa untuk mahasiswa dari berbagai Negara, adapun Negara-negara yang telah bergabung diantaranya mahasiswa dari Vietnam, Tahiland, Khazaztan, China, Sudan, dan lain sebagainya. Berikut menyediakan dosen-dosen profesional yang bergelar Doktor dan atau sedang menempuh program doktoral di setiap program studinya.

Adapun kegiatan mahasiswa di asrama Pesantren, selain menjalani seluruh aktivitas kepesantrenan juga mendapat program unggulan berupa pengajian yang dibimbing langsung oleh dosen-dosen muda bergelar doktor. Dan, dalam kurun waktu kurang lebih empat tahun ini (2015-2018) IKHAC telah memiliki 10 program studi S1 dengan rincian 5 prodi di bawah naungan Fakultas Tarbiyah (PAI, MPI, PBA, PGMI & PIAUD), 2 prodi di bawah naungan Fakultas Dakwah dan Usuluddin (KPI dan IQT) serta 3 prodi di bawah naungan Fakultas Syariah (Perbankan Syariah, Ekonomi Syariah & HKI). Sedangkan program studi Pascasarjana (S2 terdapat prodi PAI dan MPI) dan sedang proses perizinan membuka program doktor (S3) serta Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES).

Menerapkan model pembelajaran cooperative learning, baik untuk tingkat S1 maupun S2, IKHAC kemudian membekali para mahasiswa dengan 5 mata kuliah unggulan, yaitu Bahasa Arab & Inggris, Aswaja, IT, dan Akuntansiyang kemudian menyempurnakannya dengan sistem penilaian autentik, utuh dan khas yaitu sebelum melaksanakan Ujian Akhir Semester (UAS) setelah 14 pertemuan kuliah, dilakukan sistem pekan penyempurnaan, shortcous 1, UAS, shortcous 2 kemudian remidi. (Masyikamah, penulis novel Bidadari dalam Lukisan).