Tlethong Murup”: Pengabdian Masyarakat dalam Pengembangan Energi Ramah Lingkungan

Tlethong Murup”: Pengabdian Masyarakat dalam Pengembangan Energi Ramah Lingkungan

February 21, 2019 0 By pusat data dan sistem informasi ikhac

MOJOKERTO-, Melihat potensi alam pada masyarakat Pacet Mojokerto, menginisiasi team Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut KH. Abdul Chalim untuk mengembangkan potensi tersebut, salah satu potensi yang terlihat menonjol adalah banyaknya peternakan sapi di desa Mojokembang Pacet Mojokerto. Pengembangan bidang peternakan yang dilakukan oleh para peternak kian hari mengalami peningkatan yang signifikan. Manfaat dari kotoran peternakan bisa dijadikan sumber energi biogas. “Banyak manfaat yang dapat diambil dari peternakan, baik manfaat secara langsung sebagai penambah penghasilan keluarga maupun manfaat tidak langsung, misalnya pemanfaatan kotoran ternak sebagai pengganti bahan bakar minyak yang kian langka di pasaran dan harganyapun semakin melambung.” Ungkap Muslihun, selaku ketua LPPM dan teamnya saat survey pertama kali di desa Mojokembang-Pacet, Rabu (9/12/2018).

Saat team LPPM mendatangi kediaman bapak Mukhlis, salah satu warga setempat, ia menambahkan bahwa manfaat lainnya sebagai pengganti pupuk organik juga berfungsi untuk mengembalikan kerusakan tanah yang semakin dirasakan oleh para petani yang dampaknya adalah menurunnya hasil panen para petani. Sumber daya manusia dan teknologi  peternakan semakin meningkat, akan tetapi peningkatan tersebut menjadi tidak optimal dikarenakan sulitnya memperoleh modal untuk pengadaan teknologi peternakan dan pertanian tersebut, misalnya mesin Pembuat biogas.

“Kotoran Ternak merupakan salah satu solusi atas kekurangan bahan bakar minyak dan harganya yang terus naik, maka dengan alasan tersebut kami mengajukan kerjasama dengan LPPM-IKHAC untuk Pengadaan Mesin pengelolaan kotoran sapi menjadi Biogas. Dengan adanya alat untuk memproduksi biogas di desa Mojokembang Pacet Mojokerto ini kami berharap permasalahan melimpahnya kotoran ternak yang belum termanfaatkan pada para peternak, khususnya anggota Kelompok Tani.” Tutur pak Mukhlis, salah seorang warga yang sadar akan potensi alam sekitar Mojokembang.

Selang beberapa minggu kemudian, setelah melakukan evaluasi bersama antar team LPPM- IKHAC, mereka langsung merespon untuk melakukan kerjasama dengan masyarakat setempat dalam Pengadaan Mesin Pembuat Biogas. “Mudah-mudahan peternak Mojokembang menjadi peternak yang bisa ramah lingkungan dan bisa membantu meningkatkan kesejahteraan anggotanya.” Kata Thoriqul Huda selaku koordinator pengabdian Masyarakat LPPM-IKHAC. (5/1/2019)

Tepat pada tanggal 7 Februari 2019 perakitan alat biogas rampung. “alhamdullah, instalasi biogas telah selesai dengan sempurna. Selanjutnya tinggal melakukan fermentasi kotoran ternak yang dibudidaya oleh warga mojokembang.” Tutur Muslihun.

Menariknya, dalam kegiatan ini tidak hanya melibatkan anggota LPPM-IKHAC melainkan dosen Ilmu Tafsir al-Qur’an dan beberapa mahasiswa juga ikut meramaikan pengadaan biogas. “Kegiatan ini sangat menarik, sebab banyak manfaat yang bisa kita ambil, satu diantaranya adalah membentuk kesadaran gotong-royong dan saling bahu-membahu dalam kehidupan bermasyarakat.” Tutur Yusuf, mahasiswa Ilmu Tafsir dan Quran semester tiga.

Disamping itu, selain pengabdian dalam bentuk pengadaan biogas, LPPM akan berencana melakukan pengabdian yang lain melalui riset dikarenakan banyak pontensi alam lainnya di desa tersebut.

“Selain itu progam ini merupakan pilot project bagi team LPPM IKHAC untuk masuk lebih dalam bagi pengembangan berbagai potensi lain yang ada di desa Mojokembang Pacet Mojokerto, kedepannya desa ini dapat kita jadikan sebagai desa binaan kampus Institut Pesantren KH Abdul Chalim Mojokerto melalui berbagai program pengembangan sarana dan sumber daya manusia dengan melibatkan seluruh elemn masyarakat, akademisi serta pemerintah.” Tutur Rizki Amelia sebagai koordinator LPPM IKHAC saat didatangi diruang kerjanya.

Ummu Umayyah juga menegaskan bahwasanya pilot project ini akan dibagi menjadi tiga tahapan, mulai dari jangka pendek, menengah dan panjang. “Harapan kami dari seluruh pihak masyarakat mendukung penuh kegiatan ini.” Ungkapnya, saat mengajar psikologi di kampus Institut Pesantren KH. Abdul Chalim. (lhn)