Workshop Metodologi Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif

Pada tanggal 2 Februari 2019 sebagai pembuka di awal tahun, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Pesantren K.H. Abdul Chalim (IKHAC) Mojokerto telah menyelenggarakan Workshop Metodologi Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Bertempat di Ruang rapat Lt.1 Gedung B Institut Pesantren KH. Abdul Chalim Mojokerto yang dihadiri oleh para dosen. Sesi pertama diisi dengan materi Metodologi Penelitian Kuantitatif oleh narasumber Dr. Abdul Muhid, M.Si selaku pakar metpen kuantitatif dan analisis statistik dengan menggunakan SPSS. Sesi pertama di isi dengan materi tentang alur penelitian kuantitatif yang berdasar pada data faktual dan permasalahan-permasalahan yang ada disekitar, sehingga mampu membuat kerangka teori untuk menjawab hipotesis yang sudah disintesakan. Dr. Muhid menekankan pada para dosen tentang pentingnya prepared mind dalam sebuah penelitian, artinya mental dan pikiran harus disiapkan untuk sewaktu-waktu dapat membaca fenomena yang terjadi di sekitar untuk selanjutnya dapat dijadikan tema penelitian. Prepared mind ini salah satunya dapat dipersiapkan dengan banyak membaca literatur review yang luas serta terpercaya sebagai dasar dalam menyusun theoretical framework, adanya problem serta result dari refleksi dari sebuah proses penelitian. Bapak Muhid menjelaskan betapa pentingnya logika dan analisis yang dimiliki oleh seorang peneliti di sebuah penelitian. Pada sesi kedua, masih dengan Bapak Dr. Abdul Muhid, M.Si, membahas tentang cara menggunakan aplikasi SPSS untuk menganalisa data kuantitatif.

Pada sesi ketiga diisi oleh Bapak Puji Laksono, M.Si dengan materi metodologi penelitian kualitatif. Metode penelitian kualitatif didasarkan pada proses berfikir secara induksi, yang pada prosesnya membutuhkan tenaga, serta usaha lebih.  Para dosen masih sangat aktif dalam sesi terakhir tersebut, dilihat dari beberapa pertanyaan dan diskusi yang dilaksanakan tampak begitu aktif. Pertanyaan serta ketertarikan para dosen pada kedua metode penelitian ini memotivasi para dosen untuk mengadakan diskusi lebih lanjut dan selanjutnya berharap dapat mengadakan penelitian secara kolaboratif.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *