TIPS BELAJAR DAN MENGHAFAL ALQURAN DARI MUQRI’ AL-QUR’AN AL AZHARIY

Satu lagi Ulama Al Azhar mengadakan kunjungan ke Institut KH. Abdul Chalim (IKHAC), Pacet Mojokerto, Jumat (25/01/2019). Beliau adalah Syeikh Nabil Muhammad Muhammad Ali, al-Muqri’ dan pemegang ijazah qiraah ‘asyrah di salah satu lembaga tahfidz Alqur’an di Mesir. Kunjungan ini dalam rangka memenuhi undangan dari murid-murid beliau yang ada di Indonesia.

Prodi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir (IQT) IKHAC yang ditunjuk sebagai panitia penyambutan tidak melewatkan kesempatan emas ini begitu saja. Ad Dars wa Al Ijazah kitab Tuhfatul Atfal dan Matn Jazariyah menjadi agenda pertama beliau. Dipilihnya dua kitab ini tidak lain karena menyesuaikan dengan spesialisasi keilmuan syeikh. Pengajian dan ijazah ini dihadiri oleh mahasiswa S1 dan Pascasarjana IKHAC juga para ustadz mu’adalah (diniyah) di lingkungan pondok Amanatul Ummah. Mengaji lagsung dari seorang Muqri’ al-Qur’an memberikan ghirah tersendiri bagi para peserta yang hadir. Di kesempatan yang sama, beliau juga menyontohkan langsung cara menyembunykan huruf-huruf hijaiyah sesuai dengan makharijul hurufnya dan kemudian diikuti oleh peserta.

Khusus untuk peserta perempuan, ada sesi tahsinul qiraat bersama dengan ustadzah (istri syeikh Nabil) yang juga ikut berkunjung ke Indonesia. Pada sesi ini para peserta perempuan yang hadir diminta untuk mebaca surat Al Fatihah yang kemudian dikoreksi oleh beliau.

Agenda berikutnya yaitu Seminar Internasional yang bertema ‘Takwi>n al-Jayl al-Qur’a>ni> fi al-‘As}r al-Ha>d}ir’ (Membentuk Generasi Qur’ani di Zaman Milenial). Disampaikan oleh syeikh Nabil bahwa ada beberapa cara untuk menjadi generasi qur’ani antara lain: belajar Alquran pada seorang guru, mengulangi pelajarannya, mengenal dan menyayangi sesama manusia meskipun non muslim, berbuat baik terhadap sesamanya. ‘Orang yang belajar dan hafal Alquran adalah orang yang berlaku kebaikan dan ihsan, dia menyayangi dan mengasihi sesamanya termasuk juga yang berbeda agama, seperti Nabi yang mendoakan penduduk Thaif karena menganggap mereka tidak tahu.’ Terang beliau.

Selain itu, pada seminar ini syeikh Nabil juga memberikan tips menghafal Alquran yang efektif, tidak membuat jenuh dan bosan. Pertama, menghafal Alquran karena niat cinta Alquran. Kedua, menghafal Alquran dengan lima ayat – lima ayat, setiap ayat diulang sepuluh kali baru kemudian ditambah hingga lima juz. Lima juz ini diulang-ulang lagi baru kemudian bisa nambah. Seperti itu seterusnya. Ketiga, agar tidak jenuh dan bosan, maka selingi hafalan Alquran dengan ibadah yang lain. Keempat, meghafal Alquran dengan ditulis. Cara terakhir ini yang menurut beliau paling efektif. Tips ini tentunya sangat bermanfaat bagi mahasiswa IKHAC yang banyak di antara mereka sedang belajar dan menghafal Alquran. (Limmah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *