Dalam rangkaian lawatannya ke Timur Tengah, Maroko menjadi tujuan kedua pendiri Institut KH Abdul Chalim dan Ketua Umum Pergunu sekaligus Pengasuh Pesantren Amanatul Ummah setelah Libanon. Di Maroko, Dr KH Asep Saifuddin Chalim berkesempatan mengunjungi kota Tangier (Thanjah) pada Sabtu 27 Oktober 2018.

Di kota yang berbatasan dengan Spanyol dan Portugal ini, DR KH Asep Saifuddin Chalim selain berdialog dengan para mahasiswa Indonesia, beliau melakukan silaturrahmi dengan salah satu ulama terkemuka Tangier dan Maroko, Syeikh DR Abd al Munim ben Abd al Azizi al Ghumariy di kediamannya di kawasan Masjid Mohammad V Tangier.

Dalam pertemuan tersebut, Dr KH Asep Saifuddin Chalim menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian dan bimbingan Syeikh Abd al Munim bagi mahasiswa Indonesia di kota Tangier, terutama kepada beberapa mahasiswa Indonesia lulusan Pesantren Amanatul Ummah. Di kesempatan yang sama, Pengasuh Pesantren Amanatul Ummah juga mengundang beliau untuk berkunjung ke Pesantren Amanatul Ummah guna memperkuat hubungan intelektual antara ulama Indonesia dan Maroko melalui kegiatan akademik di Institut KH Abdul Chalim Pacet Mojokerto .

Dalam perbincangannya, kedua tokoh ini sepakat bahwa pendidikan generasi muda Muslim harus diperkuat. Menurut mereka berdua, pendidikan berkarakter hanya bisa muncul dari keluarga yang memiliki standar moralitas dan keagamaan yang ketat sebagaimana tecermin dalam keluarga besar al Ghumariy.

Turut menyertai Dr KH Asep Saifuddin Chalim dalam silaturrahmi ini adalah Mauhibur Rokhman, Dr Fadly Usman dari Institut KH Abdul Chalim dan Joko Pitono, salah satu jurnalis senior dari Jawa Timur. Juga ikut mendampingi beberapa mahasiswa Indonesia. Silaturrahmi ini diakhiri dengan ijazah hadith musalsal al awwaliyyah.

37 total views, 1 views today