Seminar Kepemimpinan ” Peran Strategis Pemuda Dalam Kebangkitan Bangsa “

Seminar Kepemimpinan ” Peran Strategis Pemuda Dalam Kebangkitan Bangsa “

November 13, 2018 0 By pusat data dan sistem informasi ikhac

Prodi Manajemen Pendidikan Islam  IKHAC mengadakan seminar kepemimpinan yang bertema “Peran strategis pemuda dalam kebangkitan bangsa” dengan tiga narasumber  yaitu; 1. Muhamad Anas ES, SH. Mm (Kementrian pendidikan dan olahraga), 2. Akhamad Sirojuddin, M.Pd selaku KAPRODI Manajemen Pendidikan Islam dan yang terakhir adalah Ahmad Dofir S.Pd (Mantan presiden mahasiswa UNIM). Dan dalam acara tersebut juga di hadiri bapak  Muhamad Malik selaku kepala pemerintahan kecamatan  Pacet, Mojokerto.  Sambutan secara langsung oleh Dr. KH. Asep Saifudin Chalim, MA. Selaku  pengasuh PP. Amanatul Ummah Pacet, Mojokerto, kegiatan ini dihadiri 215 peserta seminar  dari mahasiswa dari IKHAC dan beberapa mahasiswa lain di wilayah Mojokerto termasuk juga teman -teman Ikatan Mahasiswa Manajemen / Administrasi  Pendidikan Islam Seluruh Indonesia (IMMAPSI) Jawa Timur.

Perihal pembahasan dalam seminar antara lain strategi jitu untuk membangun jiwa pemimpin yang baik, seperti kata-kata BJ Habibie yg di kutip bapak Muhamad Anas “ Dalam hidup ini saya memiliki mental seperti orang yang bermain sepeda, bila saya tidak mengayuh sepeda maka  saya akan jatuh, jika saya berhenti berusaha maka saya mati” mumpung masih muda asah terus mental kalian untuk menjadi pemimpin yang baik. Pemimpin tidak boleh menyombongkan keberhasilan sendiri karena dia harus sadar bahwa di bawah dia ada barisan orang yang telah membuatnya bisa sampai kepuncak sukses itu “ One is small for a great thing”.  Mari kita bawa Indonesia kearah yang leboh baik, jangan sia-siakan masa mudamu. Pelajari, kenali, sadari. Ditengah kompetisi dan diversity yang ada kini, cara terbaik yang dapat di lakukan pemuda adalah kolaborasi, dimana di dalamnya ada integrasi, saling melengkapi dan berbagi peran serta tanggung jawab sehingga mampu menghasilkan karya-karya  yang memiliki kontribusi lebih besar, karena mereka mampu menjadi “Problem Solver”. (25 Maret 2018; Gedung B kampus IKHAC_timliputan-MPI)