MAHASISWA IQT IKHAC MENGIKUTI PELATIHAN JURNALISTIK DI SURABAYA

MAHASISWA IQT IKHAC MENGIKUTI PELATIHAN JURNALISTIK DI SURABAYA

November 13, 2018 0 By pusat data dan sistem informasi ikhac

Sebanyak delapan orang mahasiswa  IKHAC mengikuti pelatihan jurnalistik bergabung dengan hampir 225 pelajar SMA dan Mahasiswa dari seluruh Jawa Timur datang membanjiri Workshop Jurnalistik dan Penulisan Karya Ilmiah yang diadakan oleh Lakpesdam (Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia) NU Surabaya, Jawa Timur.

Mereka yang lolos seleksi panitia ini sangat antusias mengikuti acara yang digelar di Pena Room, Graha Pena Surabaya ini, mulai pagi hingga berakhir sore hari (16/12).

Panitia benar-benar mengoptimalkan waktu pelatihan yang hanya sehari. Setelah dibuka Ketua PCNU Surabaya Ahmad Muhibbin Zuhri, pembawa acara langsung mempersilahkan moderator memulai acara pelatihan yang terbagi menjadi dua sesi.

Sesi pertama dimulai pukul 09.30 sampai 12.00. Lalu setelah rehat untuk makan dan salat dzuhur selama satu jam diteruskan sesi kedua dari pukul 13.00 hingga 15.30.

Dalam sambutannya, Muhibbin menjelaskan pentingnya memiliki pengetahuan dan keterampilan jurnalistik. Selain untuk bekal menjadi jurnalis, juga bermanfaat untuk profesi lainnya. “Saya sebagai dosen merasa terbantu karena bisa menulis,” kata Muhibbin yang sudah menulis banyak buku itu.

Apalagi saat ini, lanjut dia, peranan media massa amat penting di era demokrasi. “Kalau ada pertanyaan siapa yang paling kuat saat ini? Yaitu orang yang paling cepat tahu duluan informasi. Yaitu orang-orang yang punya media dan punya networking yang bagus,” jelasnya.

Peserta pelatihan mengatakan sangat puas mengikuti acara ini. Pasalnya, semua narasumber menguasai materi yang disampaikan. “Mereka semuanya membawakan materi dengan bahasa yang jelas dan komunikatif. Apalagi diselingi joke-joke segar, sehingga membuat kami betah menyimaknya,” papar beberapa peserta.

Narasumber yang berbicara pada sesi pertama adalah Ketua Lakpesdam NU Surabaya Imam Syafii. Imam yang juga Direktur Pemberitaan dan Produksi JTV menjelaskan dunia jurnalistik dan media massa secara umum dari prespektif sebagai praktisi.

Kemudian dilanjutkan oleh Doan Widiandono. Kepala Kompartemen Halaman Metropolis Jawa Pos ini memberi materi penulisan straight news dan features.

Doan juga menceritakan perjalanan tugas jurnalistiknya keliling dunia. Dia menuangkan dalam tulisan dan dimuat di Jawa Pos secara bersambung dengan berbagai angle menarik. Kisah perjalanan Doan itu kemudian dijadikan buku yang enak dibaca.

Sesi pertama diakhiri presentasi dari Choirul Shodiq, pengurus Lakpesdam NU Surabaya yang juga direktur harian Memorandum dan ketua Ombudsman Jawa Pos Grup. Shodiq membawakan materi Kode Etik Jurnalistik.

Pada sesi kedua juga tampil tiga narasumber. Yaitu, Pemimpin Redaksi Majalah Aula Riadi Ngasiran, Redaktur Foto Jawa Pos Beki, dan Listiyono dari Unair.  Riadi mengajari peserta bagaimana menulis esai dan opini. Beki menjelaskan kekuatan visual foto-foto hasil jepretan fotografer dan teknik dasar fotografi.

Sedangkan Listiyono memberi materi membuat karya tulis ilmiah. Semua narasumber sepakat. Jika ingin menjadi penulis handal harus rajin menulis dan banyak membaca. Acara yang dimoderatori oleh M. Najih Arromadloni ini ditutup dengan termin tanya-jawab, serta foto bersama. (liputan hima IQT)