Dedications of New Students (DNS)

Dedications of New Students (DNS)

November 12, 2018 0 By pusat data dan sistem informasi ikhac

Dedications of New Students atau yang biasa di singkat (DNS) adalah ajang perkenalan mahasiswa baru untuk mengenal IKHAC. Dilaksanakan selama  tiga hari dua malam, DNS harus dijalani oleh mahasiswa baru sebagai syarat sebelum nantinya memulai perkuliahan disini. Kegiatan yang berisi materi-materi tentang peraturan, tata tertib, dan perkenalan ini di ikuti oleh kurang lebih 455 mahasiswa reguler dan mahasiswa beasiswa PERGUNU. Seperti di kutip dari Ikhac.ac.id pada pembukaan DNS kali ini di pimpin oleh Dr. K.H. Asep Saefudin Chalim, MA. Sebagai pemilik lembaga, beliau memaparkan visi dan misi serta tujuan dibentuknya lembaga ini. Berikut adalah kutipan beliau tentang empat tujuan dari Ammatul Ummah, “ (1). Menjadi Ulama-ulama besar yang bisa menerangi dunia dan Indonesia. (2). Menjadi para pemimpin dunia dan pemimpin bangsa yang mengupayakan terwujudnya kesejahteraan dan tegaknya keadilan. (3). Menjadi konglomerat-konglomerat besar yang akan memberikan kontribusi maksimal terhadap terwujudnya kesejahteraan bangsa Indonesia. (4). Menjadi profesionalis yang berkualitas dan bertanggung jawab”. Juga beliau menegaskan bahwa tujuan tersebut hanya akan terwujud jika kalian semua bersungguh-sungguh dalam menempuh pelajaran disini.

Dalam DNS tahun ini IKHAC menerima sekitar 230 mahasiswa melalui jalur beasiswa PERGUNU. Dalam rangka mengangkat kualitas pendidikan untuk warga nahdiyyin di seluruh Indonesia, IKHAC selama tiga tahun konsisten memberikan beasiswa full bagi para kader NU diseluruh Indonesia, “tujuannya tidak lain adalah untuk meneruskan perjuangan Nahdatul Ulama di daerahnya masing-masing kelak ketika mereka lulus”. Ujar wakil Rektor bidang akademik IKHAC saat di temui  setelah pembukaan DNS. Para mahasiswa yang diterima dan berhasil mendapatkan beasiswa adalah mahasiswa/i yang di rekomendasikan oleh masing-masing pengurus cabang NU yang lolos seleksi. Merasa senang dan haru ketika ternyata namanya masuk diantara jajaran nama peserta yang lolos, Intan Nur Baytiah mahasiswi asal Bali ini bertekad untuk belajar dengan tekun untuk nantinya bisa menguatkan Islam di derah minorotas itu. Saat ditanya tentang jurusan apa yang ingin dia pilih Intan merasa gugup, tapi akhirnya dia memilih program study pendidikan anak usia dini (PIAUD). Alasanya  cukup realistis, dia menginginkan pembelajaran tentang Islam di mulai dari usia sedini mungkin.

Dalam DNS tahun ini IKHAC menerima sekitar 230 mahasiswa melalui jalur beasiswa PERGUNU. Dalam rangka mengangkat kualitas pendidikan untuk warga nahdiyyin di seluruh Indonesia, IKHAC selama tiga tahun konsisten memberikan beasiswa full bagi para kader NU diseluruh Indonesia, “tujuannya tidak lain adalah untuk meneruskan perjuangan Nahdatul Ulama di daerahnya masing-masing kelak ketika mereka lulus”. Ujar wakil Rektor bidang akademik IKHAC saat di temui  setelah pembukaan DNS. Para mahasiswa yang diterima dan berhasil mendapatkan beasiswa adalah mahasiswa/i yang di rekomendasikan oleh masing-masing pengurus cabang NU yang lolos seleksi. Merasa senang dan haru ketika ternyata namanya masuk diantara jajaran nama peserta yang lolos, Intan Nur Baytiah mahasiswi asal Bali ini bertekad untuk belajar dengan tekun untuk nantinya bisa menguatkan Islam di derah minorotas itu. Saat ditanya tentang jurusan apa yang ingin dia pilih Intan merasa gugup, tapi akhirnya dia memilih program study pendidikan anak usia dini (PIAUD). Alasanya  cukup realistis, dia menginginkan pembelajaran tentang Islam di mulai dari usia sedini mungkin.(persPIAUD)