Mojokerto – Institut Pesantren KH Abdul Chalim (IKHAC) secara resmi membuka program pascasarjana pada tahun 2017. Peresmian dilakukan oleh Direktur Jendral Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, MA di Gedung Pascasarjana IKHAC, Sabtu (14/10/2017).

Institut yang terintegrasi dengan pesantren ini berada di bawah naungan pendiri pondok pesantren Amanatul Ummah, Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim. Dalam sambutannya, Kiai Asep menuturkan bahwa IKHAC memiliki visi untuk mewujudkan manusia unggul, utuh dan berakhlaqul karimah untuk kemuliaan dan kejayaan Islam.

“Tidak hanya itu, institut ini merupakan salah satu upaya kami untuk mewujudkan cita-cita leluhur bangsa. Yakni terwujudnya kesejahteraan dan tegaknya keadilan bagi seluruh bangsa indonesia tanpa terkecuali,”papar Kiai yang memiliki ribuan santri.

IKHAC telah resmi membuka program pascasarjana dengan keluarnya Surat Keputusan (SK) Pendis No. 4986 tahun 2017. Lembaga perguruan tinggi yang berdiri sejak 2015 tersebut menyediakan 2 jurusan program pascasarjana yakni Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Manajemen Pendidikan Islam (MPI).

Dirjen Pendis Kementerian Agama RI mengatakan dalam era kompetisi global dan kemajuan teknologi informasi terjadi  instrupsi sosial. Oleh karenanya masyarakat dituntut untuk mengantisipasi  dan mempersiapkan diri untuk menjadi bagian dari percaturan organisasi global.

“Kita tidak boleh hanya menjadi penonton yang cemburu karena tidak bisa berbuat apa-apa. Hanya bisa melihat kemajuan dan perubahan sosial yang begitu cepat dan radikal. Oleh sebab itu kita harus mengambil langkah produktif untuk menjadi bagian dari globalisasi,”tandasnya.

Kamaruddin Amin melanjutkan, perguruan tinggi  menjadi lembaga yang paling strategis dan powerfull untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang bisa menghadapi dinamika globalisasi.

“Maka dari itu peningkatan mutu sumber daya manusia menjadi prioritas utama yang harus dilakukan oleh IKHAC,”kata dia.

Peresmian program pascasarjana IKHAC sekaligus dibarengi dengan Seminar Nasional dengan tema ‘Menuju Perguruan Tinggi Islam yang Berkualitas dab Berdaya Saing Global’. Puluhan calon mahasiswa baru program pascasarjana IKHAC nampak antusias mengikuti jalannya seminar.

Dalam Peresmian ini, selain Dirjen Pendis, turut hadir pula Kasubdit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Muhammad Zain. Serta Kepala Biro Humas, Data dan Informasi Mastuki.

 

Ulfatul Qoyimah, Mahasiswa Pascasarjana IKHAC

Perwakilan Pergunu  Wilayah Jateng