BidikKPI.Mojokerto- Seminar nasional kembali diadakan di Masjid Raya Abdul Chalim Pondok Pesantren Amanatul Ummah sabtu lalu (10/06). Seminar kali ini dinarasumberi oleh Wakil Gubernur Jakarta H. Sandiaga Salahuddin Uno, B.A, M.B.A. dengan tema “Kiat-Kiat Menjadi Konglomerat Besar yang Dermawan”. Yang di hadiri Santri-santri Amnatul Ummah , Mahasiswa Institut KH. Abdul Chalim, dosen dan staf yang lainnya.

Di hari yang ke 15 bulan Ramadhan, Pondok Pesantren Amanatul Ummah menerima kunjungan Wakil Gubernur DKI terpilih, H. Sandiaga Salahuddin Uno, B.A, M.B.A, yang sejak jam 13.30, para santri sudah bersiap untuk menyambut Bang Sandi –sapaan akrabnya- dengan mengumandangkan beberapa nasyid. Tepat pukul 14.30, Sandiaga Uno dan rombongannya tiba di pesantren, dan beliau disambut semiar dengan banjari dan shalawat oleh para santri Amanatul Ummah.Pada kesempatan kali ini H. Sandiaga Salahuddin Uno, B.A, M.B.A telah diagendakan untuk menjadi pembicara dalam Seminar Nasional dengan tema “Kiat-Kiat Menjadi Konglomerat Besar yang Dermawan”.

Pada sambutannya Kyai H. Asep Syaifudin Chalim, M.A, pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah

berharap para santri dapat belajar bagaimana menjadi pengusaha sukses dari bang Sandi. Tidak hanya pengusaha sukses, tapi juga menjadi seorang dermawan.

Didampingi kyai Asep, Bang Sandi sekitar 30 menit menyampaikan kiat-kiat menjadi pengusaha sukses, “Menjadi pengusaha sukses sama mulianya dengan birokrat. Awali dengan niat, kemudian lakukan empat kartu AS” terangnya kepada para peserta seminar.

“As pertama yaitu pertama yaitu kerja keras, gigih, tekun, tidak takut resiko.” Jelasnya

Kedua yaitu kerja cerdas. “Kerja cerdas itu kalau mau sukses harus melek teknologi, manfaatkan smartphone untuk mencari info terkini perkembangan zaman. Selain itu, kalau mau sukses, bekerja harus dengan tuntas dan terkahir yaitu kerja ikhlas’ paparnya.

Bang Sandi menambahkan bahwa ketika kita sudah bekerja dengan ikhlas namun belum juga berhasil maka jangan su’u dhon dulu kepada Allah, kita terus berusaha.

Tak hanya memberikan ajaran untuk menjadi konglomerat yang sukses bang Sandi pun berbagi cerita singkat ketika ia merintis usahanya.

“saya itu awalnya seorang karyawan biasa dan pada tahun 1997 saya di PHK, saya tidak mau pasrah, hingga akhirnya saya memutuskan untuk memulai usaha konsultan keuangan kecil-kecilan yang waktu itu hanya beranggotakan tiga karyawan yang tidak lain teman saya sendiri. Saya jalani dengan sungguh-sungguh dan setelah 20 tahun, alhamdulillah mampu menghidupi 50 ribu karyawan.”.

Diakhir penjelsannya, bang Sandi berpesan kepada santri-santri Amnatul Ummah “jangan lupa menekuni usaha disesuaikan dengan hobi masing-masing” Pesannya.