Institut KH Abdul Chalim Pacet (IKHAC) Mojokerto Jawa Timur memberikan beasiswa pendidikan strata satu untuk para kader NU di tingkat provinsi se-Indonesia.

Program ini mendapat sambutan antusias dari para pengurus Pergunu se-Indonesia. Hingga berita ini dimuat, sudah tercatat 71 pelajar yang telah lolos seleksi masuk menjadi calon mahasiswa IKHAC, yang berasal dari seluruh Indonesia.

Para mahasiswa penerima beasiswa ini sebagian juga berasal dari luar negeri. Rektor IKHAC Mauhibur Rokhman mengatakan, IKHAC telah menerima mahasiswa dari luar negeri sebanyak 21 Orang, yaitu dari Thailand, Cambodia, Vietnam, Malaysia, Filipina, Kazakstan dan akan segera menyusul dari Afganistan.

“Ini tidak terlepas dari ketertarikan mereka terhadap perkembangan Islam di Indonesia, terlebih Islam Nusantara. Selain itu mahasiswa regular yang sudah mendaftar ada 120 lebih yang berasal dari lingkungan sekitar, dan ini akan terus bertambah,” imbuhnya kepada NU Online.

Ditemui di tempat yang sama, Ketua Umum Pimpinan Pusat Pergunu KH Asep Saifuddin Chalim mengatakan bahwa selama ini Indonesia terkesan selalu meminta dan mengharapkan beasiswa dari luar negeri, kali ini Pergunu yang memberikan beasiswa.

”Kami berikan beasiswa penuh kepada calon mahasiswa IKHAC, meliputi biaya pendidikan sampai selesai, asrama dan makan. Dan untuk uang saku bulanan sementara ini sedang kita usahakan,“ tutur Asep.

Wakil Rektor I IKHAC Pacet Mojokerto Fadli Usman mengatakan, pembangunan sarana fisik kampus IKHAC sedang dipercepat, sumber daya manusia pengajar yang berkualitas dan berdedikasi tinggi sudah tersedia. “Kami ingin dalam 5 tahun ke depan IKHAC bisa segera bersaing dengan universitas-universitas ternama di dunia, dan IKHAC menjadi sentral dan rujukan pendidikan tinggi Islam yang berkualitas,” ujar doktor jebolan Jepang ini.

Ketua Bidang Pengembangan dan Kerja Sama IKHAC, Akhsan Ustadhi mengatakan bahwa tahun mendatang IKHAC akan lebih banyak menerima mahasiswa dari luar negeri. “Kami sedang berusaha menjajaki dan mempromosikan IKHAC ke negara-negara Eropa dan negara-negara Baltik. Sebenarnya sudah ada pendaftar dari Spanyol dan Turki, tapi karena sesuatu hal, terpaksa kami tolak,” tambah Akhsan.

Secara serentak para calon mahasiswa baru dari dalam negeri IKHAC akan berdatangan pada tanggal 7 September 2015. Sementara para mahasiswa luar negeri akan mulai berdatangan pada 4-6 September 2015.

Peluncuran perkuliahan pertama akan dilaksanakan pada 9 Sebtember 2015 , yang ditandai dengan penyelenggaraan stadium general. Rencananya, akan hadir para duta besar negara-negara asal penerima beasiswa, para rektor universitas negeri dan swasta di Jawa Timur, tokoh nasional, Dirjen Dikti Kemenag,  beberapa Bupati, dan para kepala sekolah di empat kabupaten dan beberapa undangan lainnya. (nu.or.id)